Rabu, 15 Mei 2013

SUKU-SUKU DI SUMATERA


Suku Aceh

Suku Aceh adalah nama sebuah suku yang mendiami ujung utara Sumatra. Mereka beragama Islam. Bahasa yang dipertuturkan oleh mereka adalah bahasa Aceh yang masih berkerabat dengan bahasa Mon Khmer (wilayah Champa). Bahasa Aceh merupakan bagian dari bahasa Melayu-Polynesia barat, cabang dari keluarga bahasa Austronesia.
Banyak dari budaya Aceh yang menyerap budaya Hindu India, dimana kosakata bahasa Aceh banyak yang berbahasa Sanskerta. Suku Aceh merupakan suku di Indonesia yang pertama memeluk agama Islam dan mendirikan kerajaan Islam. Masyarakat Aceh mayoritas bekerja sebagai petani, pekerja tambang, dan nelayan.
Sejarah
Penduduk Aceh merupakan keturunan berbagai suku, kaum, dan bangsa. Leluhur orang Aceh berasal dari Semenanjung Malaysia, Cham, Cochin, Kamboja.Di samping itu banyak pula keturunan bangsa asing di tanah Aceh, bangsa Arab dan India dikenal erat hubungannya pasca penyebaran agama Islam di tanah Aceh. Sedangkan bangsa India kebanyakan dari Gujarat dan Tamil, dapat dibuktikan dengan penampilan wajah bangsa Aceh.
Pedagang pedagang Tiongkok juga pernah memiliki hubungan yang erat dengan bangsa Aceh, dibuktikan dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho, yang pernah singgah di Aceh. Selain itu juga banyak keturunan bangsa Persia (Iran/Afghan) dan Turki, mereka pernah datang atas undangan Kerajaan Aceh untuk menjadi ulama, pedagang senjata, pelatih prajurit dan serdadu perang kerajaan Aceh, dan saat ini keturunan keturunan mereka kebanyakan tersebar di wilayah Aceh Besar.
Di samping itu ada pula keturunan bangsa Portugis, di wilayah Kuala Daya, Lam No (pesisir barat Aceh). Mereka adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis. Hingga saat ini masih dapat dilihat keturunan mereka yang masih memiliki profil wajah Eropa yang masih kental.
Ciri-ciri Fisik
Seperti halnya kata ACEH  sering diidentikkan dengan kepanjangan dari ARAB, CINA, EROPA, HINDIA. Memang secara fisik menunjukkan ciri-ciri orang Arab, India, Eropa dan Cina. Dikatakan orang-orang Aceh masuk dari Semenanjung Malaysia, Cham, Cochim China dan Kamboja. Keturunan Eropa dapat dijumpai di Aceh Jaya, beragama Islam yang merupakan keturunan Portugis. Suku Alas di Aceh Tenggara. Suku Tamiang di Aceh Tamiang. Suku Gayo di Aceh Tengah, sebahagian di Aceh Timur, Bener Meriah dan Gayo Lues. Suku Aneuk Jamee di Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya serta Kluet di Aceh Selatan dan orang Simeulue di Pulau Simeulu.

Suku Batak

Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Mayoritas orang Batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (disebut Sipelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.
Sejarah
Orang Batak termasuk ras Mongoloid Selatan yang berbahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum).
Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaitu Pustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.

Ciri-ciri Fisik
            Orang batak termasuk ras Mongoloid Selatan, yang masih memiliki kemiripan dengan orang Suku Aceh. Jadi, secara fisik orang Batak dan orang Aceh memiliki kemiripan fisik, yang masih dipengaruhi dengan percampuran bangsa India.

    
  Suku Nias
Asal-usul
1. Modigliani berkesimpulan bahwa etnis Nias berasal dari pantai Malabar di India Selatan (suku Koraver = Kurumber = Korawa) dengan ciri-ciri menanam padi, berburu, memahat kayu dan berperawakan Malesoid.
2. Kleiweg de Zwaan, antropolog Belanda melalui investigasi fisiognomik (1914) berpendapat bahwa etnis Nias tidaklah homogen tetapi terdiri unsur-unsur etnik yang bervarian. Ia membedakan utara dan selatan dan kombinasi lain. Dengan mengukur tinggi badan dari 1295 orang maka rata-rata tinggi badan 154.73 cm.  Dengan meneliti tengkorak-tengkorak beliau menyimpulkan bahwa etnis Nias termasuk Proto-Melayu.
3. F.M. Schnitger (1938) dengan meneliti batu-batu megalit dan arsitektur  menyimpulkan bahwa  etnis Nias berasal dari Nagas di Assam (lembah Irrawady). Menurut beliau orang-orang Nagas, Nias, Dayak, Philippinos dan Formosa adalah satu rumpun besar. Tentang batu-batu tugu di Nias Schnitger berkesimpulan “the megalith culture of Nias, however, came from Burma”. Agaknya leluhur bertolak dari India Selatan, baru menetap di Birma dan kemudian mencari pemukiman baru lagi. Sejumlah tiba dan menghuni pulau Nias.
Ciri-ciri Fisik
            Seperti yang telah dijelaskan, sebagian orang-orang suku Nias berperawakan Malesoid yang memiliki ciri rambut kriting, bibir tebal dan berkulit hitam.Dan sebagian lagi Proto Melayu dengan kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang.

SUKU MINANGKABAU
Persebaran masyarakat Suku Minangkabau meliputi :
  1. Sumatera Barat
  2. Bagian barat Riau : Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Indragiri Hulu
  3. Pesisir barat Sumatera Utara : Natal, Sorkam, dan Barus
  4. Bagian barat Jambi : Kabupaten Kerinci, Bungo
  5. Bagian utara Bengkulu : Kabupaten Mukomuko
  6. Bagian barat daya dan tenggara Aceh : Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Tenggara
  7. Negeri Sembilan, Malaysia
Ciri-ciri Fisik
Memiliki kesamaan ciri fisik dengan proto melayu, yang berkulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang.

. 
Suku Kubu (Jambi)
Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.
Ciri-ciri Fisik
Termasuk Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid yang memiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang.

Suku Palembang
Palembang merupakan kota dengan pendapatan perkapita paling tinggi di seluruh Indonesia. Lokasinya di tepi sungai Musi, propinsi Sumatera Selatan. Kelompok suku Palembang memenuhi 40 - 50% daerah kota atau 12 juta orang. Suku Palembang dibagi dalam dua kelompok : Wong Jeroo merupakan keturunan bangsawan/hartawan dan sedikit lebih rendah dari orang-orang istana dari kerajaan tempo dulu yang berpusat di Palembang, dan Wong Jabo adalah rakyat biasa. Seorang yang ahli tentang asal usul orang Palembang yang juga keturunan raja, mengakui bahwa suku Palembang merupakan hasil dari peleburan bangsa Arab, Cina, suku Jawa dan kelompok-kelompok suku lainnya di Indonesia.
Ciri-ciri Fisik
Masih sama seperti suku lain di sumatera yang termasuk Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid yang memiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang.
      
     Jadi pada intinya, suku-suku di Sumatera termasuk dalam :
1  . Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain: kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.
2  . Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid memiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang. Yang termasuk keturunan bangsa ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Sasak (Pulau Lombok), Suku Dayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat Sumatera) dan Suku Batak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan).
3  . Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa Malayan Mongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki ciri-ciri yang sama. Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (Sumatera Barat), Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dan sebagainya.
4  . Mongoloid, dengan ciri-ciri kulit kuning sampai sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid). Ras Mongoloid dibagi menjadi dua, yaitu Mongoloid Asia dan Indian. Mongoloid Asia terdiri dari Sub Ras Tionghoa (terdiri dari Jepang, Taiwan, Vietnam) dan Sub Ras Melayu. Sub Ras Melayu terdiri dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Mongoloid Indian terdiri dari orang-orang Indian di Amerika. Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.

      Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar